Ya, aku tau post ini terpublish pada pagi ke 5 saat jejak chatmu tidak lagi memenuhi handphoneku. 4 malam kemarin, aku hanya memandang layar handphoneku sambil berharap setiap denting yang bunyi adalah kamu. Tapi, ternyata malam berkata lain. Aku masih harus menunggu. Beberapa malam munlai terkuasai rindu. entah, aku baru mengenalmu 2 bulan yang lalu tetapi rindu ini menggelisahkan dan datang membawa angin pesimis begitu juga pikiran-pikiran yang menerawang.
"Kamu mana?"
"Kamu janji ada untuk aku"
"Janji kamu bohong, ya?"
selalu kata-kata itu yang memenuhi gumamanku saat aku menunggumu. Seakan-akan aku ini menjadi seseorang yang possesive terhadapmu. Seakan-akan otak ini tidak lelahnya mengingatkan "aku siapa dia?" Semua itu memenuhi hariku tanpamu. Malam-malam yang lumpuh terkuasai rindu terasa panjang. Panjang seperti nasihatmu yang terakhir. Malam-malam yang terkuasai rindu itu pun menghasilkan daftar apa yang harus aku lakukan saat rindu ini terlepas. Kamu, cepatlah lepaskan aku dari rindu ini.
Senin, 20 Mei 2013.
0:38
Pagi yang terlalu melankolis sehingga ada pada kolom publish.






No comments:
Post a Comment