Sebut saja kau adalah sepatu
Yang terjaga, disembah dan modis
Sebut saja saya hanyalah sandal
Yang terbuat dari karet dan cepat kotor
-
Jika sepatu malu bersebelahan dengan sandal, seharusnya sepatu tinggal bilang
Karena itu wajar.
Sandal memang tidak seharusnya ada di sebelah sepatu
Merusak reputasi.
Apa kata sepatu yang lain?
-
Jika sepatu malu untuk berjalan di samping sandal, seharusnya sepatu berterus terang dan tidak mengulur-ngulur waktu agar sandal tidak menunggu-nunggu dengan harapan dungu.
-
Jika memang sepatu dan sandal tidak satu rak, maka seharusnya sepatu tinggal berkata dengan kata-kata baik,
Tidak perlu menghindar dan membandingkan sandal dengan sepatu wedges atau bahkan high heels.
-
Sebenarnya kau tinggal berterus terang dengan saya.
Tentang semua rasa gelisahmu ketika ada di dekat saya.
Karena saya tahu, diam-diam kau menjaga reputasi.
Apa yang lebih penting dari reputasi? Penampilan.
Kau tinggal bilang, "saya malu dengan orang lain jika bersamamu".
Maka kau tidak akan membuat saya menjadi orang dungu.
Atau kau pikir, ini salah saya. Saya yang terlalu bodoh dan tidak tahu malu.
Ya, sekarang saya tahu mengapa setiap saya mengundangmu keluar, kau tidak menggubris, hanya menimpali dengan ocehan manis tentang alasan kau tidak bisa memenuhi undangan.
Ya, saya cukup bodoh untuk ini semua.
Padahal, kau tinggal bilang.
-
Padahal si Sepatu tinggal mengutarakannya kepada sandal yang jelas-jelas buruk rupa.
Hanya itu.






No comments:
Post a Comment