Posteight'11,
Lagi-lagi Posteight'11 di tahun kedua lanjut ke tahun ketiga.
Hari ini udah tinggal nganggur, ya walaupun masih berjuang buat SBMPTN,
Sekarang tinggal countdown-nya perpisahan aja.
Sebelumnya, kita sibuk masing-masing mengisi otak dengan pelajaran,
Kita sibuk jajan es teh, sibuk ke kantin pas jam pelajaran kosong.
Kita sibuk memilih universitas, mana yang cocok dan mana yang bakal kecapai.
Dan kita sibuk mengabadikan hari-hari terakhir serta sibuk mempertahankan solidaritas.
Lagi-lagi, kita masih sibuk.
Sibuk berdoa untuk masuk PTN,
Sibuk mikir, "Foto gue di BTS bagus, ga, ya?"
Terakhir,
Kita sibuk memilih tempat perpisahan dan kebaya atau jas apa yang akan dipakai nanti?
Ironinya, dari sibuk itu, kalian terlihat lupa apa itu perpisahan.
Kadang gue bertanya-tanya,
Kenapa di perpisahan itu, kita harus memakai tempat megah saat hati-hati kita kecut karena tahu bisa saja besok tidak bertemu lagi.
Kenapa kita harus memakai pakaian-pakaian berwarna saat sebenarnya hanya hitam dan putih yang pas?
Kenapa harus ada perayaan sebelum perpisahan?
Mungkin jawabannya memang klise,
Bahwa perpisahan pantas untuk dirayakan sebagai hari terakhir yang menyenangkan dan di perayaan itu, setiap orang bisa mengingat memori yang dulu, karena, siapa yang tahu jika memori tersebut nanti akan hilang tertumpuk dengan yang baru.
Ternyata, kita sudah hampir di ujung waktu, 3 tahun bareng itu gak sebentar. Banyak teori-teori kehidupan yang bisa diambil.
Sudah bisa dibilang dewasa, karena katanya, sehabis SMA adalah dunia yang mengerikan.
Rengek-merengek tentang perpisahan rasanya kekanakkan, tapi tidak munafik untuk diungkapkan.
Rengek-merengek tentang tidak mau berpisah juga kekanakkan, tapi wajar. Karena sehabis ini, kita tahu bahwa realita memang sewenng-wenang menentukan hubungan manusia.
Kita sama-sama tahu perpisahan itu ada, sama-sama tahu janji saling berkontak itu bullshit, tapi apa salahnya sama-sama berdoa untuk mewujdukan wacana bertemu di hari lain?
Ingat di saat bersama naik ke atas tangkuban perahu dan ingat di atas punggung Bromo. Jangan lupa juga tentang menang di Hari Kartini dan hampir menang di Pusel Delta.
![]() |
| Jangan lupa pernah menang perkusi kelas 10. |
![]() |
| Tangkuban. |
![]() |
| Kelas 11, menang, yak? |
![]() |
| Putri Delta. |
![]() |
| ... |
![]() |
| Jangan lupain Pak Ari. |
Hehe,
lebay, sih, tapi gak apalah.
Bye, moga-moga sukses, ya, entar.













No comments:
Post a Comment