Friday, 9 November 2012

Kemana ia?

No comments:
 
Daun tertiup semilir angin. Senja sudah mulai lelah untuk menyinari dunia. Bau hujan yang samar-samar tercium menemani kala ini. Jam sudah menunjukkan pukul 17:37, sudah sore. Aku termenung dalam damainya senja, ya, masih berharap. Berharap agar rasa itu datang kembali. Rasa yang menggebu-gebu seperti dahulu. Merindu, ya, sepotong rasa itu yang mungkin hilang di beberapa detik waktu yang sudah merangkak lama sedari tadi. Dimana ia? Sudahkah aku melepaskannya? Jika sudah, teganya aku. Lalu, sejak kapan aku melepasnya?. Aku menunduk, mungkin waktu yang melepasnya secara perlahan. Sangat pelan, sampai aku tidak menyadarinya. Waktu mungkin telah menghempaskan rasa itu, jauh-jauh sebelum aku sadar. Terima kasih, waktu. Kau telah mengambil rasa itu, rasa yang dahulu menjadi kebiasaanku, rasa yang dahulu ada di setiap malamku. 

Mungkin kemarin kau menghempaskan rasa itu, saat aku mulai berkomunikasi lagi dengannya. Rasanya, hanya kosong, bosan, dan tidak ada apa-apa. Kemana rasa rindu yang ingin bertemu dengannya? tidak ada. Seutas senyum yang hanya aku pancarkan saat aku menerima pesannya, bukan lagi rasa berdebar hebat ataupun rasa cemas seperti dahulu kala. Ya, rasanya hanya bosan belaka. Terbukti, aku telah membuktikan bahwa aku tidak ketergantungan lagi, walaupun di waktu yang sangat sedikit aku masih bisa mengingat senyumnya kala itu. Tetapi, itu hanya siluet bukan untuk berdiam di pikiran.

Aku bebas, aku tidak merindu, aku tidak ketergantungan, dan aku mencintaimu, waktu.

No comments:

Post a Comment

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff