Saturday, 3 November 2012

Apakah ini yang dinamakan Pupus? 1

No comments:
 
Malam ini hujan. Bintang tidak ada yang berani muncul untuk diguyur hujan. Langit malam terlihat gelap dan ada cahaya kilat sekejap. Wulan hanya mengamati malam dari jendelanya saja. Perasaannya campur aduk malam ini.
"Hai" sapa pemuda itu dengan senyum manisnya.
"......" Wulan menatapnya. Pemuda itu pun berlalu.
Ya, sepotong bagian dari hari ini yang masuh ia ingat. Pemuda itu menyapanya. Apa lagi yang menyenangkan daripada disapa olehnya menurut Wulan.
Pemuda itu tingginya kira-kira 180 cm, hanya beda 3cm dengan Wulan. Postur tubuh Wulan memang lebih tinggi daripada wanita-wanita yang lain. Pemuda ini sepertinya selalu memakai gel rambut, tubuhnya gagah dan ya, menawan.
"Hujan.." Wulan bergumam. Ia melemparkan tubuhnya ke kasur dab mulai meraih pensil dab kertas gambar. Hobinya mengalirsetiap hujan tiba. entah karena faktor apa, ia pun tidak tahu. Ia menggoreskan pensilnya dan yak, ia terfokuskan pada pemuda itu.
"Arya mana?" Ia mengecek layar handphonenya. biasanya, di pukul 20.00, Arya akan mengsmsnya. Jika lewat dari itu, Wulan sendiri yang akan bertindak. Dan kali ini, mungkin memang Wulan yang harus bertindak, karen jam sudah menunjukkan pukul 20.30.
"hey?" pesan singkat itu yang ia kirim.
"Iya?" handphonenya menerima pesan sesaat.
"Lagi ngapain lu? tumben aja jam segini baru pulangdari futsal?"
"sebenernya pulang futsal udah dari jam 8. hehe. besok temuin gue ya di depan kelas gue. gue mau ngomong."
"ngomong apa? ke kelas lo? lo aja ke kelas gue!"
"oke deh. ada deh pokoknya. udah, ya gue mau tidur"
"oke" yak, akhir-akhir ini percakapan mereka selalu berakhir di Wulan dan durasinya sangat pendek.
*******
Hari ini Wulan berangkat dengan hati yang bisa dibilang senang. Ia akan ditemui Arya!
"Retaaaa nanti gue mau ngobrol sama Arya dong" Wulan memamerkannya. Reta adalah sahabat bagi Wulan. Ia berjilbab dan pintar.
"boong aja" Reta menyikapi.
"bneran deh!!!! nanti temenin gue ya?"
"iya dehhh" Reta tersenyum.
********
"Lan?" Arya menyebut namanya.
"lo mau ngomong apa?"
"Reta.. Reta, lo jangan ikutan deh"  Arya bersikap mengusir Reta.
"eh? oke deh." Reta masuk ke kelas. dan sekarang  hanya tertinggal Arya, Wulan dan siswa lain yang keluar. Wulan merasakan detak jantugnya berdegup. menunggu-nunggu apa yang akan Arya ucapkan. Apakah itu adalah hal yang mngejutkan?
"Ngomong apa sih? lama." Wulan tidak sabar.
"begini. sebenernya, Gue suka....." kalimat itu semaki mmbuat Wulan masuk ke ranah fantasi lebih jauh dan harapannya makin besar, berkembang, dan saat kalimat itu terpenuhi, perasaan ini akan meletus.
"suka sama?" Wulan bisa merasakan mukanya memerah. Arya masih diam menimbang-nimbang kata-kata.
"gue suka sama..." Arya terduam sesaat.
"Suka sama Reta. makanya tadi Reta gak boleh nimbrung."
yak, perasaan itu meletus. Bukan karena perasaan itu semakin mengembang, tapi karna paku yang menusuknya. Pelupu matanya terasa hangat dan ia tidak boleh menangis di depa Arya walaupun hal ini menyakitkan. Entah mengapa harus Reta yang ia idamkan? mengapa tidak yang lain? Sahabatnya sendiri yang telah menarik Arya.
Senyum getir yang hanya bisa ia berikan. Tidak mungkin ia memberikan tangisan di depan Arya. Hatinya sakit, seperti ada yang menusuk, terasa begitu nyata dan sakit, ya, sakit.
"Dia sukanya apa ya? gue mau beliin Kado buat dia. Dia ulang tahun kan seminggu lagi? sekalian gue nembak?"
Aku hanya tersenyum getir...

No comments:

Post a Comment

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff