Wednesday, 18 February 2015

Sebegitukah?

No comments:
 

Sebegitukah cinta?
Sebegitukah cinta? Senyum yang melebar dan pipi yang memerah?
Sebegitukah cinta? Menari di kamar mandi sambil tersenyum dan terkadang tertawa?
Sebegitukah cinta? Tidur dengan mimpi indah disuguhkan  wajahnya?

Sebegitu haruskah cinta? Jika menangis, ia mengusap pelupuk mata yang basah itu?
Sebegitu haruskah cinta? Tertawa bersama diiringi pukulan manja?
Sebegitu haruskah cinta? Memasak makanan kesukaanya, lalu disiapkan untuk diberi kepadanya, lengkap dengan ucapan hangat?
Sebegitu haruskah cinta? Menengadahkan tangan lalu memohon dipanjangkan umur cintanya?
Sebegitu haruskah cinta? Mengantarnya pulang dengan senang hati dan memasang kaca spion tepat untuk melihat wajahnya?
Sebegitu haruskah cinta? Jika ia berkonflik, menunggu di depan rumahnya sambil membawa satu box makanan kesukaannya?

Tapi, sebegitu haruskah cinta dibalas?
Karena saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya orang awam yang menjurus kepada buta terhadap cinta. Mungkin selama ini saya berbicara tentang cinta, padahal, saya hanya seperti anak anjing yang mencari tulang mainannya, yang ia kira adalah makanan kesukaannya.

Saya terlihat berbicara tentang cinta, sampai ada yang bilang bahwa hidup itu bukan tentang cinta melulu. Saya dibuatnya terdiam. Saya bingung, yang saya tahu cinta adalah suatu rasa yang mendapat timbal balik rasa yang sama dari objek lawan. Sedangkan sekarang, saya hanya melempar-lempar rasa ini setiap hari. Pada pria yang sama, pria yang hanya berjarak 15 ubin dari tempat saya.

Dan yang saya tahu, saat pria itu membuka pintu kelas pagi-pagi, di situlah hari milik saya baru dimulai.

No comments:

Post a Comment

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff