Hai, kamu. kali ini aku hanya memperhatikan awan, sedang tidak menengok layar handphone untuk mencarimu. aku sudah pada batasnya. perjuangkan atau menyerah? maju atau mundur? aku masih di garis antara keduanya. karena, akhir-akhir aku hanya menduga dan seakan tau bahwa kamu sudah ada pengisi hari yang lain. yang mungkin lebih keren dan lebih nyata daripada aku.
Ini belum malam, tapi hampir meninggalkan sore. petang. aku coba tinggalkan kamu sejenak agar kamu tidak terlalu bosan. sudah berkali-kali aku meninggalkanmu. sudah berjam-jam, tapi saat aku membuka handphone lagi, ternyata kamu tidak lagi mencariku, kamu tidak lagi yang lampau. begitu akhir-akhir ini. semua kalimat-kalimat yang dulu nyatanya membuat nyaman, tidak lagi ada. dan aku tersadar, kalimat-kalimat itu berpindah pemilik. bukan lagi aku. tapi entah, siapa, itu hanya dugaan. dan lagi-lagi dugaan, tidak pernah nyata.
akhir-akhir ini tidak lagi menjadi semangat hanya menjadi curiga. seakan di waktu lalu, aku tahu segalanya tentang kamu, tapi aku tidak pernah memahami. Akhir-akhir ini hanya menjadi hitam tidak ada putih. akhir-akhir ini hanya bingung. akhir-akhir hanya berpikir perpisahan. akhir-akhir ini, semoga tidak akan menjadi akhir.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






No comments:
Post a Comment