Friday, 7 December 2012
Bekas hujan kemarin.
Kenapa wanita-wanita di sana menyukai hujan? mengapa harus hujan? apakah hujan mereka anggap romantis? tidak bagiku. Hujan hanya membasuh kenangan demi kenangan yang ia bawa dari suatu tempat. hujan hanya mengalirkan kenangan. mengapa mereka tidak membuka payungnya lebar-lebar? apakah mereka menunggu jaket yang akan mereka terima dari seseorang? Payungku masih diguyur hujan. aku masih memilih untuk membuka payung dripada menunggu jaket. tidak, tidak perlu. payung ini sudah menjadi saksinya bagiku. Bekas hujan kemarin, ingat? mungkin kau lupa atau ingin melupakannya? entahlah. Aku benci berjalan sendiri di bawah payung. aku benci berjalan di bawah butiran hujan. Aku benci aku masih membiarkan bekas hujan itu menempal, melekat. dan aku benci untuk memposting ini, apalagi menjadikan puisi lalu direkam di soundcloud.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




.jpg)


No comments:
Post a Comment