Aku masih memutar-mutarkan pensilku. Posisiku ada di paling depan, sekalinya mendongak, aku akan melihat wajah pengawas yang mejanya tepat di depanku. UTS kali ini adalah matematika, ya, keadaan ini sangat sial. Sekali lagi, Sial.
Aku lemah dalam hitung menghitung itu termasuk kesialan di hari ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menuntut otakku untuk mengerjakan angka-angka jahanam ini. Aku hanya bertanya-tanya 'apa yang bisa kita perbuat dengan rumus 1/ 1 setengah bola?' aku tidak akan mau bermain bola seumur hidupku jika aku harus menghitung terlebih dahulu. Tetapi, rumus-rumus itu memberikan kepuasan tersendiri saat menemukan hasilnya.
Sama seperti berkenalan denganmu. 'Untuk apa aku mengenalmu jika nantinya aku juga yang sial?' ya, aku hanya tidak ingin mengenalmu jika ujungnya adalah seperti ini. Tetapi, tanggapan matamu tadi mengalihkanku walaupun hanya sekejap. Rasanya, aku seperti terbang ke langit ke tujuh naik paus orca. Haha.
Dunia ini relatif, mengenalmu dan menemukan hasil dari soal matematika mungkin kebahagiaan tersendiri buatku. Aku tidak akan menyerah mendapatkan hasil walaupun ini seperti jahanam yang menyiksa otak sekaligus batin.






No comments:
Post a Comment