Sunday, 21 September 2014

"Jangan-jangan kalian itu memang sudah digariskan!" Tegas wanita di depanku.
"Iya, digariskan! Jangan-jangan bukan hanya kebetulan!" sambungnya.
Aku menengok pria sebelahku, ia tertunduk tetapi aku bisa melihatnya sedang memikirkan sesuatu.
"Ayolah, percaya bahwa kalian akan ada hubungann" Wanita itu menekankan lagi.
Sekarang, pria di sebelahku mulai mengangkat wajahnya lalu menatapku dengan tatapan yang aku sendiri tidak tahu apa.

"Sudahlah, aku pergi saja." Elakku.
"Jangan" Tangan besar pria itu menarik lenganku yang hampir beranjak.
"Ingat tidak kalian selalu kebetulan 'bersama-sama'? Ingat game terakhir? Atau ingatkah hal-hal kecil yang selalu menampakkan kebetulan bahwa kalian kemungkinan bersama?" Matanya mulai membelalak dan aku melihat harapan juga jiwa sok tahu yang menggelegar di bola matanya.
"Game? Em, ya, aku ingat. Tapi pasti dia tidak ingat" Nadaku rendah setengah malas.
"Aku ingat!" Tegas pria itu.
"Oh, bagus." Aku jawab sekenanya.
"Hey.." kini mata pria itu terlihat indah. Pupilnya membesar dan aku bisa melihat bayanganku di sana.
"Ada apa? Kamu tidak akan mempercayai omongan ia, kan?"
"Hey, sebenarnya aku tahu perasaanmu sejak dulu" Tetiba suasana menjadi serius.
"Rasa apa?"
"Aku tahu kalau kamu pasti tahu apa yang aku maksud"
"Oke, aku mengaku. Aku depresi dengan segala kebetulan ini. Rasanya ada yang memberiku kesempatan tetapi di samping itu.. Entahlah" Kalimat itu keluar tanpa kontrol.
"Tapi, tahukah? Aku juga sering memikirkan kebetulan ini." Ia menundukkan wajahnya lalu menegakkan lagi. Ternyata rambutnya sudah dicukur ala trend hari ini. Pria ini, mengapa selalu jadi kesukaanku? Haha.

"Memikirkan bahwa itu tidak mungkin, kan?"

"Kebalikkannya, bahwa itu mungkin. Apa kita bisa bersama?" Tangannya melepaskan lenganku.

Aku terdiam tidak tahu harus jawab apa sedangkan yang ada di dalam diri ini sedang riuh. Mendengar itu rasanya organ di dalam ingan meloncat saling berpelukkan.

"Aku menunggu jawaban" Jelasnya.
"Jawablah jangan ragu" si Wanita mulai berbicara lagi.

"Iya, tentu kita bisa ber..."
-

"Astagfirullah!" Saya spontan membuka mata.
"Tap-tap-tap-tap-tap" Handphone bercase putih sudah bergetar sebagai pengingat untuk bangun pukul 5.

"Sial! Selalu saja cuma mimpi" saya menggerutu.
Iya, sering sekali hanya bunga indah hasil terlelap. Yah, sial.

Thursday, 4 September 2014

Gue lelah, bukan menyerah.
Iya, gue lelah dengan rutinitas SMA ini. Gue ga pernah bisa bagi-bagi waktu.

Pr, tugas, dan segala rupa yang berbau itu telah 75% menghancurkan istirahat gue. Ya gue tau sih, Pr itu memang kewajiban murid, tapi kok rasanya kewajiban yang satu ini berat sekali? -_-

Bayangkan berangkat setengah 7 pagi, pulang jam 3 sore, les dan pulang jam setengah 8, lalu sampai rumah belum bisa angkat kaki rebahan di kasur, tapi, kerjain Pr dulu.

Belum lagi Bapak Mentri Pendidikan yang agak semena-mena mengeluarkan kurikulum 2013. It's so Sickening. Kebijakan bahwa katanya anak-anak kelinci 2013 akan menghadapi 2 kali UN. Lalu, harus lulus dengan skripsi.

Ya Allah, hambamu ini sudah berada pada ujung batas kesabaran.
Ya Allah, sebeginikah Negri Garuda?

Punya cita-cita memajukan negri sendiri itu mulia, tapi memang banyak halang rintangnya. Jangankan negara, gue pribadi sukses pun masih diproses. Kalau bisa gue sukses, sekalian negara ini pun sukses.

Banyak yang bilang pada kami,
"Ayo, nak, 20-25 tahun lagi harus kamu yang duduk di sana memperbaiki negara ini."

Jangankan 20-25 tahun, dalam ancang-ancang 15 tahun ke depan pun gue sudah ada rencana.

Jadi sebenarnya ini apa?-_-
Gue cuma lelah bukan menyerah, hanya perlu menghilangkan susah, juga gelisah.

Thx

Sunday, 24 August 2014

Hari ini saya mulai membayangkan masa depan.
Mengerikan.

Mengerikan bagaimana saya nanti merawat anak saya hanya dengan satu tombol.

Mengerikan bagaimana nanti anak saya diajarkan berjalan dengan robot pintar karena orang tuanya terlalu sibuk.

Mengerikan bagaimana saya membayangkan ekspresi ketakutan dari raut wajah anak saya saat menemukan kumpulan kertas di gudang yang dahulu mama papanya sebut buku.

Mengerikan bagaimana anak saya nanti tidak mengenal susah payah pergi ke sekolah karena sekolah bisa saja berbentuk online.

Mengerikan bagaimana anak saya akan selalu memegang gadgetnya seperti ia memegang obat wajibnya.

Mengerikan bagaimana ia tidak tahu rasanya keluar rumah, karena di dalam rumah sudah begitu lengkap dengan teknologi.

Mengerikan bagaimana ia tidak tahu rasanya menghirup oksigen murni, karena udara begitu tercemar.

Mengerikan bagaimana ia tidak pernah bertemu teman sejawatnya langsung, hanya lewat videocall.

Mengerikan bagaimana ia akan mengucapkan "Selamat Tidur" kepada mama papanya hanya lewat emoticon karena malas berjalan.

Mengerikan bagaimana membayangkan tidak ada lagi obrolan malam keluarga di meja makan.

Mengerikan bagaimana di saat lebaran, ia hanya berkumpul dengan saudaranya tanpa ada lisan yang bicara.

Mengerikan bagaimana ia selalu menunduk melihat layar gadgetnya.

Mengerikan ia harus selalu menambah lensa kacamata karena matanya rusak.

Mengerikan ia tidak pernah tahu rasanya berkumpul dengan teman.

Mengerikan ia tidak akan mempunyai skill lain selain mengutak-atik gadget.

Mengerikan ia akan melihat tanaman hanya dalam gambar di gadgetnya.

Mengerikan ia hanya akan melihat alam liar hewan di Youtube.

Mengerikan ia tidak mengenal perpustakaan untuk mencari referensi.

Mengerikan ia tidak pernah tahu ada orang-orang nyata di sekitarnya.

Mengerikan ia hanya punya satu teman robotnya.

Mengerikan ia tidak pernah tahu apa itu kutub es bumi.

Mengerikan saat saya membayangkan ia merasa aneh saat ia berbicara dengan sesamanya.

Mengerikan bahwa membayangkan mendapati tatapannya aneh saat mama papanya reuni dengan teman lama, tertawa, berbincang dan segalanya karena ia tidak pernah mengalami hal itu.

Terakhir, mengerikan saat membayangkan anak saya mempunyai anak yang tidak tahu apa itu dunia nyata, melainkan ia hanya tahu dunia maya.

Monday, 18 August 2014

69 tahun negriku, Indonesia.
Sudah mulai pantas untuk disebut negara merdeka yang tua.

69 tahun negriku, Indonesia.
Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10 pagi, sang proklamator memproklamirkan merdeka, benang baru untuk hidup negri ini. Tepat 69 tahun lalu.

69 tahun negriku, Indonesia.
Saat itu pula para tokoh mulai berjibaku merancang masa depan negri ini. Setidaknya membayangkan ke depan.

69 tahun negriku, Indonesia.
69 tahun yang lalu mulai ada senyum hangat, tawa gembira juga tangis bahagia karena akan bebas, tidak lagi jadi budak.

69 tahun negriku, Indonesia.
5 butir pancasila mulai ada di dada sang garuda, lambang negara.

69 tahun negriku, Indonesia.
Hari ini di tanggal 17 Agustus 2014, bangsa negri ini mulai terasa nasionalismenya. Mungkin karena sudah lelah tetap menjadi budak semu bagi bangsa lain.

69 tahun negriku, Indonesia.
Jika jujur, saya sayang sekali dengan sepotong tanah yang disisakan di bumi oleh surga ini.

69 tahun negriku, Indonesia.
Mari bangkit bersama, merangkul segala perbedaan, juga mengedepankan visi dan misi yang sama, yaitu, Indonesia masih bisa menjadi negara terhormat dan bersaing.

69 tahun negriku, Indonesia.
Anak bangsa mumpung sedang menggebu, mari bersama melepaskan nama "Negara Berkembang" dan ubah dengan "Negara Maju".

69 tahun negriku, Indonesia.
Hari ini, di tahun 2014 ini, saya mulai tahu rasanya hati bergetar milik tokoh, veteran dan segala lapisan masyarakat 69 tahun yang lalu saat dikumandangkannya lagu "Indonesia Raya".

69 tahun negriku, Indonesia.
Indonesia Raya.

Saturday, 10 May 2014

Halloooo gue mau cerita. Tenang,  ga galau kok cuma yg ini menarik buat diceritakan.
1 bulan yang lalu,  gue berlibur ria di Taman Safari Indonesia.  Pastinya gue melihat banyak hewan-hewan yang diperlakukan 'Like A Boss'.  Enak jadi hewan di sana. Diurusin,  dibilang lucu,  dikasih makan, tinggal tidur,  kalo ngelukain orang ga disalahin,  pokoknya enaklah.  Kalah deh kalo di rumah gue.

Dan lo semua pasti tau kan kalo di TSI ada suatu daerah untuk pertunjukkan2 gitu. Nah ada yang tau pertunjukkan Cowboys---apa gitu gue lupa.  Pokoknha tempat itu yang akan gue ceritakan.

Ketika di sana,  ada sesuatu hal yang,  tragis dan drama abiez.  The Cowboys ini adalah pertunjukkan yang bisa dibilang interaktif sama audiencenya.  Yg cowboynya ngomonglah,  airnya muncratlah,  sampe apinya berasa banget panasnya ke arah penonton.  Dan lo harus saksikan pertunjukkan itu!  Keren!. 

Nah gegara interaktif ini pula akan ada satu hubungan yang putus. Blam! Gue ceritakan.
Jadi,  ada seorang cewe.  Rambut kuncir kuda,  duduk paling depan kayaknya disuruh cowonya. Dan cowonya ini selalu bolak balik dari tempat duduk ke luar. Si cewe waktu adegan berlangsung duduk sendirian karena si cowo sedang ke luar.
Ada satu adegan yang cowboy memasukkan dinamit ke dalam sumur.  Otomatis dong kalo meledak airnya tumoah semua ke arah penonton. Dengan sialnya, cewe itu duduk pas sekali di depan sumur itu.
"Dar!! " air muncratttt kemana-mana. Si cewe kena muncratan paling banyak dan bajunya basah kuyup,  rambutnya basah lepek. Sangat sialnya bagi si cowo,  si cowo dateng passs banget di saat air muncrat ke si cewe.

Dengan adegan begini:
Cewe: (menatap tajam ke cowo)
Cowo: (geli liat cewe basah.  Dikira cewenya seneng)
Cewe: (berdiri sambil megang baju dan kunciran)
Cowo: (diem dan ngeliat cewenya berdiri)
Cewe: KAMU TUH YA GIMANA?! '/-$$'!!!?'/"'@-'"'!!!!!
Cowo: ya maaf sayangg
Cewe: GAK MAU TAU POKOKNYA -@$/"!!!!?!!"@
Cowo: sayy
Cewe: udahalh!  (pergi)
Cowo: (megang tangan cewe)
Cewe: (melepaskan lalu pergi)
Aktor cowboy: kita berikan tepuk tangannn (bertepuk tangan)
Penonton: huuuuuuuuuu huuuuuuuuuu (tidak ada yg bertepuk tangan)
Cowo: (dengan dramatisnya punya senyuman kecewa ke arah penonton,  karena penonton malah liatin mereka berdua)
Cowo: (mengejar)

Dan itulah yang ingin gue ceritakan. Gue termasuk orang yang ngejerit "UDEH CEWE KAYAK GITU PUTYSIN AJA!!! " dengan tanpa dosa.
Pengalaman yang menakjubkan.

Friday, 18 April 2014

Nih, setelah bergalau ria dengan segala diksi kemarin, gue mau biasa lagi. gue mau bercerita dengan kata 'gue'. huahahahaha! nanti gue dibilang galau mulu, padahal kan ngepostnya jarang-jarang berarti galunya pun jarang-jarang dong. kecuali kayak dwita yang tiap detik galau, h3h3.

kadang kalo nulis postingn tapi ga dibarengi dengan galau, gue pribadi susah. hahaha secara bermelankolis itu enak tau. merayakan kemelankolisan dengan kata-kata itu adalah suatu yang berbobot. #asik.

tapi gue ga tau mau cerita apaan nih. cerita ini deh.
gue tuh lagi kosong. maksudnya, emm, pernah ga sih ngerasai lu itu ga sedih dan ga seneng, cuma hampa. itu ga enak banget. betapa mesakke diri gue di saat yang lain bercerita tersedu-sedu dan sebagiannya lagi bercerita sambil mengembangkan senyumnya. hampa. susah loh ngerasa hampa. ga seru. ga bisa nulis postingan haha. dan setau gue, hati gue itu sudah tidak bisa merasakan sakitnya 'Wanita Seberang Sana' menghampiri 'doi'. serius. setiap ngeliat, rasanya 'ah yaudahlah bodo amat'. dan itu tuh hampa hahaha apa sih ini. gue Heartless nih. gimana dong. abis udah kapok sih hahaha. yaudahlahya ini cuma iklan lewat. ehe

Sepertinya menatap wajh anda sudah menjadi daftar 'to-do-list' di keseharian saya. Tenang, saya hanya menatap anda, saya tidak berani mengembangkan perasaan sendiri. Terima kasih pula kepada dua bola mata yang sesekali sudi membalas tatapan nanar penuh kagum sekaligus rapuh milik saya ini. Sering kali ketika kabut bosan menyergap di sela-sela jam belajar, saya menyempatkan untuk menengok ke arah anda, alibi menengok sesuatu yang lain. Tapi, tak jarang pula semesta menyempatkan anda untuk memergoki saya.

Tahukah anda? setiap pandangan ini menuju anda, ada lantunan bait tentang betapa sederhananya mengagumi sekaligus tentang pesimisnya hati seorang perempuan. Hati dari pemilik dua bola mata hitam itu sudah ada yang punya walau tanpa status nyata. hati itu sudah siap untuk mengembangkan sarang indah. sayangnya, bukan untuk saya, melainkan wanita seberang sana. wanita yang mampu membuat binar anda menari riuh. wanita yang bisa membuat mata anda tersenyum walaupun bibir anda tidak terlekuk senyum sekali pun. Dan saya? saya hanya bisa termangu, sesekali menjadi seorang pengecut yang tersenyum kecut melontarkan sumpah serapah pada wanita itu. Seseklai pula saya tidak bisa menyembunyikan mata yang berkaca saat jemari wanita itu menghangatkan jemari anda, saat wanita itu menduduki kuda besi anda, dan saat anda terhipnotis dengan tawa anggunnya. seperti itukah derajat anda? jika iya, tentu saya berada nun jauh di bawah sana. wanita itu memang seperti bidadari yang terperosok jatuh ke dunia. mungkin wanita itu pun punya cinta yang lebih untuk anda. tidak seperti saya yang terkadang harus membenci anda dan menghujat anda diam-diam.

saya yakin, wanita seberang sana akan menjadi wanita yang... ah saya tidak mau munafik untuk menyebutkan 'baik' sedangkan saya selalu ragu dengan wanita itu. tapi, dunia ini pilihan. anda telah memilih waanita itu untuk menjadi majikan baru terhadap hati anda. Tenang, saya tidak apa dengan luka menganga di sini. Tenang, saya hanya akan bersedih sebentar tentang keadaan. bagaimana bisa saya bersedih dengan larutnya jika hanya ditinggalkan oleh anda dengan simbol menyatunya tangan anda dengannya, sedangkan di luar sana seseorang sedang meratapi idamannya yang sedang menggenggam buku nikah.

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff